KARYA PENELITIAN

STUDI GARAM VARIASI WARNA BERYODIUM UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS GARAM MADURA

 Peneliti  : Noviyanto*ab ,  Fitrullah**a dan Agus Riyanti P*b

FIT4GLOBAL Research And Development Center, Giri, Gresik, Indonesia
b STKIP PGRI Sumenep, Madura , Jawa Timur
*email:  yayansumenep@gmail.com
**email : fit4global@gmail.com/ www.fit4global.com
 

ABSTRACT

      Garam beryodium adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Hasil dari penelitian ini akan menjadi solusi bagi petani garam untuk bisa menaikan nilai ekonomis garam rakyat yang mereka hasilkan. Penelitian ini menggunakan dua variable pewarna, yaitu pewarna sintetis food grade dan pewarna alami.

         Prosedur penelitian ini pertama-tama adalah mencuci garam baku dari garam Madura KW II dan KW I, setelah mencuci garam kemudian memproses menjadi garam beryodium dengan penambahan KIO3 30 ppm. Setelah itu memberikan variasi warna pada garam beryodium. kemudian menguji mutu produk dan menguji organoleptik jenis hedonik untuk mengetahui tingkat kesukaan calon konsumen terhadap garam beryodium dengan dua variable warna tersebut. Setelah itu melakukan perhitungan nilai ekonomis garam beryodium tersebut untuk menganalisa pertambahan nilainya. Kemudian melakukan penarikan kesimpulan akhir apakah garam beryodium dengan variasi layak menjadi solusi bagi permasalahan harga garam dipulau Madura.

          Hasil pewarnaan dengan pewarna buatan sangat bagus dan menarik. Untuk pewarna alami, pewarna merah hasilnya cukup bagus karena pewarna ini anti beku, walaupun disimpan dalam freezer selama 1 minggu cairan pewarna alami tetap cair dan anti beku setelah dimodifikasi secara khusus oleh Bapak  Fitrullah**a. Hasil uji organoleptik organic jenis hedonik menunjukkan 43 % responden merasa tertarik terhadap garam beryodium variasi warna, 33 % termotivasi untuk memakai garam tersebut, 34.26 % yakin bahwa garam tersebut bernilai lebih tinggi dari garam yodium biasa yang ada dipasaran, dan 38 % panelis ingin membeli garam tersebut. Harga jual ekonomis garam yodium variasi warna adalah Rp. 850,-  per 250 gram atau Rp. 3.400,/kg. dari nilai awal garam baku petani garam Madura sebesar Rp. 350,- – Rp. 750,- per kg. Sehingga dapat disimpulkan variasi warna pada garam beryodium bisa menaikkan nilai ekonomis garam rakyat.

 Kata kunci : garam, Madura, yodium, pewarna alami anti beku, pewarna buatan

Produk Riset:

Garam Variasi Warna dengan pewarna alami anti beku:

Garam variasi warna2

Modifikasi Pewarna Alami Anti Beku oleh FIT4GLOBAL Research:

pewarna ajaib

Tentang Riset :

  1. Riset ini diusulkan ke DIKTI  oleh Noviyanto ST. pada tanggal 16 Maret 2013.
  2. Riset ini disetujui oleh DIKTI untuk mendapatkan Hibah Penelitian Dosen Pemula dengan Surat Nomor : 1845/E5.2/PL/2013 Tanggal 18 Juni 2013 bisa dilihat DAFTAR-PENERIMA-HIBAH-DOSEN-PEMULA atas nama Noviyanto
  3. Riset ini dibiayai dengan surat perjanjian kontrak nomor :138/SP2H-PDP/K7PT/IX/2013 Kopertis Wilayah VII, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2013 , atas nama Noviyanto, ST
  4. Riset ini sudah selesai dan masih dalam proses publikasi di Jurnal Nasional AGRIVITA – UNIBRAW dan akan diusulkan ke HAKI
  5. Riset ini sudah diikutkan sebagai bahan presentasi saat kunjungan Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, 18 Orang Menteri, Gubernur Jawa Timur Sukarwo beserta seluruh rombongan di  Sumenep, 4 Desember 2013 dengan desain poster oleh FIT4GLOBAL Research Center.

FOTO PENELITI GARAM VARIASI WARNA DAN PENELITI LIPI:

Bersama Peneliti  LIPI

MOTIVASI ILMUWAN

Bacalah Tulisan ini 60 Detik Saja Mungkin Bisa Mengubah Hidup Anda 10 TAHUN Kedepan

motivasi

Catatan seorang penulis buku ini bisa menjadi pelajaran yang berharga:

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.”

Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.(sumber: Buku prepare u’r success Membangun Fondasi Kesuksesan Karier Sejak Bangku Kuliah (Ryan Sugiarto & Prof. Djamaludin Ancok, Phd.)

KENALILAH DIRIMU ! MAKA KAMU AKAN MENGENAL TUHAN MU!

BY

NOVIYANTO, ST
Dosen STKIP PGRI SUMENEP

ILMU KIMIA BERKEMBANG 10 ABAD LEBIH DULU DI DUNIA ISLAM SEBELUM EROPA

GOLDEN AGE

kimi

Peradaban Islam di era keemasan menguasai beragam ilmu pengetahuan, salah satunya adalah kimia. Para sejarawan sains mengakui bahwa ilmu kimia merupakan anak kandung dari peradaban Islam.

”Ahli kimia Muslim adalah pendiri ilmu kimia,” tutur Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith.  Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M itu mengakui bahwa ilmu kimia hampir sepenuhnya diciptakan peradaban Islam.

“Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar,” ungkap Durant.
Para kimiawan Muslim di era kekhalifahan telah meletakan dasar-dasar kimia modern yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Betapa tidak, para kimiawan Muslim telah berhasil menemukan sederet zat atau senyawa kimia yang sangat penting, sepertil asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, alkohol, larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.

Selain itu, para ahli kimia Muslim juga telah memperkenalkan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi. Semua penemuan itu tentunya didukung dengan peralatan
laboratorium yang canggih, pada zamannya.
Para ahli kimia Muslim pada golden age juga telah mewariskan sederet peralatan laboratorium yang hingga kini masih tetap digunakan. Saintis Muslim seperti; Jabir Ibnu Hayyan alias Geber, al-Khazini, al-Biruni, Ibnu Sina, dan Muhammad ibnu Zakariya al-Razi telah menciptakan beragam
peralatan laboratorium yang sangat penting bagi pengembangan ilmu kimia.
Sejumlah peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim itu antara lain, alembic, conical measure, hidrostatic balanca, teelyard, laboratory flask, pycnometer, refrigerated coil, refrigerated tubing, termometer, air termometer, peralatan untuk mengolah obat-obatan dan
peralatan untuk melelehkan zat-zat atau bahan-bahan kimia.

Alembic
Merupakan alat penyulingan yang terdiri dari dua tabung yang terhubung. Tabung kimia ini pertama kali ditemukan Jabir Ibnu Hayyan (721 M – 815 M). Sejarawan sains memperkirakan, Jabir menemukan alat iitu pada abad ke-8 M. “Ini merupakan alat penyulingan pertama,” papar Durant. Ensiklopedia Hutchinson, menyebut alembic sebagai alat penyulingan pertama yang
digunakan untuk memurnikan seluruh zat kimia.

Conical Measure (Tabung Ukur)
Marshall Clagett dalam karyanya The Science of Mechanics in the Middle Ages, mengatakan, conical measure merupakan peralatan laboratorium yang ditemukan Abu Raihan al-Biruni ( 973 M- 1048 M) pada abad ke- 11 M.

M Rozhanskaya and IS Levinova dalam tulisannya bertajuk Statics juga menyatakan bahwa conical measure pertama kali ditemukan al-Biruni.
Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa conical measure adalah salah satu peralatan laboratorium yang terbuat dari bahan kaca berupa sebuah cangkir berbentuk kerucut dengan torehan di atasnya yang  berfungsi untuk memudahkan penuangan cairan. Di bagian samping terdapat tanda-tanda ukuran untuk mengukur isi cairan.

Hydrostatic Balance dan Steelyard
Robert E Hall dalam karyanya berjudul Al-Khazini: Dictionary of Scientific Biography, mengungkapkan, bahwa hydrostatic balance (keseimbangan hidrostatis) dan Steelyard (timbangan gantung) ditemukan Al-Khazini yang memiliki nama lengkap Abd al-Rahman al-Khazini (1115 M –
1130 M) pada 1121 M.

Laboratory Flask
Menurut Robert E Hall Laboratory Flask atau Botol Laboratorium pertama kali diperkenalkan al-Biruni. Botol atau termos laboratorium itu biasanya terbuat dari kaca bening. Botol itu digunakan untuk menampung cairan yang akan digunakan atau diuji di laboratorium. Selain itu, alat ini juga digunakan untuk mengukur isi bahan kimia, mencampur, memanaskan, mendinginkan,
menghancurkan, mengendapkan, serta mendidihkan (dalam penyulingan) zat-zat kimia.
Pycnometer
Pycnometer merupakan peralatan laboratorium yang digunakan untuk mengukur berat jenis atau volume caiaran secara akurat. Alat ini juga ditemukan al-Biruni. Hingga kini, peralatan laboratorium yang diwariskan peradaban Islam itu masih digunakan.
Refrigerated coil and Refrigerated Tubing
Menurut Vicki Pitman dalam karyanya bertajuk Aromatherapy: A Practical Approach, Nelson Thornes, pada abad ke-11 M, Ibnu Sina telah menemukan refrigerated coil atau lingkaran pendingin yang berfungsi untuk, yang memadatkan uap wangi. Richard Myers, dalam bukunya The
Basics of Chemistry, Greenwood Publishing Group juga mengakui bahwa lingkaran atau tabung pendingin itu pertama kali diperkenalkan Ibnu Sina .
“Ini merupakan sebuah terobosan dalam teknologi penyulingan dan Ibnu Sina menggunakannya dalam proses penyulingan dengan uap air panas, yang membutuhkan tabung pendingin untuk memproduksi minyak esensial,” papar Marlene Ericksen dalam karyanya Healing with  Aromatherapy.

Termometer
Robert Briffault dalam bukunya The Making of Humanity, menjelaskan bahwa termometer ditemukan oleh Ibn Sina (980 M – 1037 M) pada abad ke-11 M.. Termometer adalah sebuah alat untuk mengukur temperatur/suhu dengan berbagai jenis prinsip yang berbeda.
Peralatan untuk Pengolahan Obat-obatan
Georges C Anawati, dalam karyanya Arabic alchemy, mengungkapkan, al-Razi) merupakan penemu pertama peralatan untuk pengolahan obat-obatan. “Muhammad ibnu Zakariya Razi (Rhazes) adalah orang pertama yang menjelaskan peralatan untuk pengolahan obat-obatan,” tuturnya.

Peralatan untuk Melelehkan Bahan
Al-Razi dalam Secretum secretorumnya, menjelaskan beberapa peralatan yang dibuatnya untuk melelehkan zat kimia (li-tadhwib). Itulah beberapa peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim bagi pengembangan sains modern. Kontribusi ilmuwan Muslim sungguh begitu
besar bagi kemajuan peradaban manusia. Karya-karya yang mereka ciptakan mampu mengubah dunia. Tanpa kontribusi dan jasa mereka, barangkali dunia tak akan maju seperti sekarang ini. Berkat peralatan laboratorium itu, peradaban manusia mampu melakukan revolusi di bidang kimia, fisika dan farmasi.

Sang Penemu Peralatan Laboratorium
* Jabir Ibnu Hayyan
Jabir Ibnu Hayyan ditabalkan sebagai ”Bapak Kimia Modern”. Dalam bidang kimia, prestasi dan pencapaiannya terekam dengan baik lewat buku-buku yang ditulisnya. Tak kurang dari 200 buku berhasil ditulisnya.
Sebanyak 80 judul buku di antaranya mengupas hasil-hasil eksperimen kimia yang dilakukannya. Buku-buku itu sungguh amat berpengaruh hingga sekarang. Secara khusus, ia mendedikasikan sekitar 112 buku lainnya bagi Barmakid, sang guru, yang juga pembantu atau wazir Khalifah Harun
ar-Rasyid.
Buku-buku itu ditulis dalam bahasa Arab. Pada abad pertengahan, orang-orang Barat mulai menerjemahkan karya-karya Jabir itu ke dalam bahasa Latin, sehingga menjadi rujukan para ahli kimia di Eropa. Tak kurang dari 70 buku karya Jabir telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Latin
pada abad pertengahan.
Salah satu yang terkenal adalah Kitab al-Zuhra yang diterjemakan menjadi Book of Venus, serta Kitab al-Ahjar yang dialihbahasakan menjadi Book of Stones.


* Al-Razi

Terlahir di Rayy, Provinsi Khurasan dekat Teheran tahun 864 M, al-Razi dikenal sebagai seorang dokter dan ahli kimia yang hebat. Sejatinya, ilmuwan Muslim yang dikenal Barat sebagai Rhazes itu bernama lengkap Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya. Al-Razi muda yang dikenal amat gemar
memainkan harpa sudah mulai jatuh hati pada ilmu kimia.
Ia menimba ilmu dari Ali ibnu Rabban al-Tabari (808 M) — seorang dokter sekaligus filosof. Sang gurulah yang telah melecut minat Rhazes untuk menekuni dua bidang ilmu yakni kedokteran dan filsafat. Hingga kelak, dia menjadi seorang filosof, dokter dan ahli kimia yang amat populer di
zamannya.
Al-Razi merupakan ilmuwan yang sangat produktif. Tak kurang dari 200 buku berhasil dituliskannya. Kitabnya yang paling terkenal dan fenomenal adalah Kitab Al Mansur, Kitab Al Hawi, Kitab Al Asrar atau ‘Kitab Rahasia’.

Setelah Abad 21 ini mampukah Ilmuwan-Ilmuwan kita bangkit? jawabannya ada pada kita dengan cara memegang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai solusi setiap permasalahan yang ada di Dunia ini,  Mampukah ilmuwan muslim menjawab tantangan lokal dan global seperti global warming dan krisis energy? Mari kita sama-sama kembangkan ilmu kita….untuk kemajuan Agama dan Bangsa Ini! Amin…..!

Oleh : Noviyanto ST. (Dosen STKIP PGRI Sumenep)

Sumber : KHAZANAH Republika

Pemilihan Lokasi Pabrik Kimia

PABRIK KIMIA

PABRIK KIMIA

Lokasi suatu pabrik kimia memberikan kontribusi yang besar bagi kesuksesan bisnis berbasis kimia. Dibutuhkan pertimbangan lebih terhadap faktor-faktor tertentu dalam memilih lokasi suatu pabrik. Sebuah pabrik idealnya memiliki lokasi yang memberikan biaya produksi dan distribusi minimum. Selain itu kemungkinan adanya ekspansi pabrik serta lingkungan yang kondusif juga harus dipertimbangkan agar operasi pabrik dapat berjalan lancar. Akan tetapi, faktor-faktor seperti tempat tinggal pekerja dan komunitas sekitarnya juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.

Secara garis besar, lokasi suatu pabrik ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini:

1. Ketersediaan bahan baku
2. Ketersediaan sumber energi
3. Lokasi pasar
4. Sarana transportasi
5. Pembuangan limbah
6. Ketersediaan tenaga kerja
7. Komunitas
8. Pajak dan regulasi

Ketersediaan Bahan Baku

Jarak antara tempat produksi dan lokasi pengambilan bahan baku dapat mempengaruhi kemampuan bersaing dari produk-produk yang dibuat, terutama bila produk tersebut merupakan produk missal yang tidak melalui proses yang rumit. Sebagai contoh, untuk penghematan biaya transportasi pada industri aluminium Swiss, pabrik-pabrik pengolahan tanah liat diletakkan berdekatan dengan tambang bauksit di belahan bumi yang lain dan aluminium oksida yang dihasilkan di sana diimpor untuk proses pengolahan selanjutnya. Selain itu kebutuhan tempat penyimpanan bahan baku juga perlu diperhitungkan.

Ketersediaan Sumber Energi

Kebutuhan tenaga dan steam sangatlah tinggi pada sebagian besar pabrik kimia, dan biasanya dibutuhkan ketersediaan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan ini. Tenaga dan bahan bakar merupakan kombinasi yang sangat krusial dalam pemilihan lokasi dari suatu pabrik. Apabila suatu pabrik membutuhkan batu bara atau minyak dalam jumlah jumlah besar, maka sebaiknya dipilih lokasi yang dekat dengan sumber bahan bakar untuk operasi yang ekonomis. Biaya tenaga lokal dapat membantu menentukan apakah tenaga sebaiknya tenaga dibeli atau dibangkitkan sendiri.

Lokasi Pasar

Lokasi pasar atau pusat distribusi mempengaruhi biaya distribusi produk dan waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman. Kedekatan dengan pasar merupakan salah satu pertimbangan yang penting karena bagi konsumen lebih menguntungkan untuk membeli produk dari sumber yang dekat. Harus diingat bahwa pasar yang dibutuhkan bukan hanya untuk produk akhir utama, akan tetapi juga untuk produk samping dari proses.
Sarana Transportasi

Saran transportasi yang baik dapat menunjang keberhasilan suatu pabrik kimia. Saran transportasi yang dimaksud adalah jalan yang nyaman untuk pekerja, transportasi bahan-bahan dan peralatan yang efisien, serta pengiriman secara cepat dan ekonomis. Untuk produk-produk missal, penggunaan transportasi air dan kereta api lebih cocok, sedangkan untuk produk khusus yang lebih mahal digunakan transportasi dan jalan biasa.

Pembuangan Limbah

Peraturan-peraturan yang membatasi metode pembuangan limbah dari industry proses telah banyak dibuat. Lokasi yang dipilih sebaiknya memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai untuk melakukan pembuangan limbah secara benar. Dalam pemilihan lokasi, tingkat toleransi dari berbagai metode pembuangan harud diperhatikan dengan hati-hati.

Ketersediaan Tenaga Kerja

Ditinjau dari segi ini, lokasi yang dipilih sebaiknya berada dekat dengan lingkungan pendidikan dan sekolah yang baik. Namun situasi lapangan kerja di daerah seperti itu sering terlalu kompetitif, sehingga tenaga ahli sangat sulit didapat walaupun upah yang ditawarkan tinggi. Problem ini dapat dihindarkan dengan cara pemindahan tempat produksi ke daerah yang industrinya tidak terlalu padat. Jika hal ini dilakukan maka suatu pendidikan internal yang intensif (pelatihan) diperlukan.

Komunitas

Keadaan alam dan fasilitas yang ada di komunitas juga menentukan. Pabila jumlah fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan hidup dari pekerja pabrik tidak tersedia, maka akan menjadi tanggungan dari pabrik untuk mensubsidi fasilitas-fasilitas tersebut.
Pajak dan Regulasi

Pajak pendapatan, insuransi pekerja, dan regulasi lainnya berbeda-beda untuk setiap lokasi. Selain itu peraturan-peraturan lain seperti kode pembangunan, aspek ganguan, dan fasilitas transportasi dapat menjadi pengaruh yang besar dalam pemilihan akhir lokasi suatu pabrik.

Referensi:
Selection of Plant Llocation for Establishing a Chemical Industry – Prashantkumar Kudli Shrinivas
Bernasconi, et all. 1995. Chemische Technologie. Diterjemahkan oleh: Dr. Ir. Lienda Handojo, M. Eng.

Gambar:

http://www.kiwi.ch/main/Aktuell/Novartis/

Lars Odemark. http://www.flickr.com/photos/19410529@N03/

Konsep Ilmu Kimia Modern

Saat ini Ilmu Kimia diarahkan pada permasalahan kompleks Dunia Modern yang diakibatkan oleh eksploitasi besar-besaran ilmu kimia yang terwujud dalam industrialisasi yang begitu gencar dilakukan oleh ummat manusia seluruh dunia.

Setiap negara bersaing memproduksi sesuatu, membangun industri baru, riset baru, bahkan ekspansi militer untuk menguasai sumber alam sebagai bahan baku industri seperti terjadi beberapa tahun silam, dan bahkan sampai saat ini tetap berlangsung di Irak.

Tak dapat dipungkiri Ilmu Kimia dan beberapa ilmu yang lainnya seperti matematika, biologi dan ilmu -ilmu yang lain yang sebetulnya murni menjadi bumerang bagi kehancuran ummat manusia itu sendiri.

Isu terbaru adalah Global Warming yang dihasilkan oleh emisi gas buang yang dihasilkan oleh Industri, yang tak pelak akan menjadi ujung kehancuran ummat manusia di seluruh dunia jika tidak segera diatasi

Mau dibawa kemanakah konsep pengembangan ilmu kimia saat ini?

Ketika ramai-ramai sudah mulai terdengar isu kehancuran ummat manusia, semua mulai sadar dan mulai kembali ingat akan hutan semua serba reaktif dan tidak fundamental……disaat gencarnya hutan di tebang untuk industrialisasi …..Stop deforestasi !

Bukan solusi ! tapi kenaifan karena industri kayu juga memberi makan ratusan ribu orang yang bekerja di situ !

Akhirnya marak lah illegal logging !

Ingat semua orang butuh makan ! butuh kesetimbangan !

serba reaktif dan tidak fundamental ! Apa yang harus kita lakukan biar tidak terjadi seperti ini lagi !

Karena banyak kasus yang lain yang terjadi baik di Indonesia dan Luar Negeri seperti melamine di China, Eksploitasi di Irak oleh Amerika, Buyat oleh Perusahan Luar Negeri…………bahkan diseluruh dunia ini sendiri serba kacau dan tidak terarah……

Oleh Karena itu

kita harus memulai dari hal yang baru lagi dari NOL ! bila tidak bisa memperbaikinya !

Artinya pemusnahan ummat manusia akan benar terjadi jika tidak segera kembali ke fitrah Nya ! Peka terhadap Alam ! memahami ilmu Kimia tidak dilihat dari Materi yang akan dihasilkan saja !

Tapi dari Fundamental Kimia Itu sendiri !

Orang yang mengerti Kimia haruslah menyatu dengan Alam Itu Sendiri Sehingga dalam 1 detik dia bertindak dia akan tahu kimia tumbuhan, kimia bahan, kimia hewan, kimia makanan, kimia tanah, kimia udara, kimia air, kimia organik, kimia an organik, kimia industr, kimia riset dam berbagai ilmu kimia akan menyatu disitu bukan hanya sebagai bahasan ilmiah tapi menjiwai dalam tubuh orang itu sebagai karunia Allah yang maha Agung sehingga tidak akan ada lagi ketidak seimbangan di alam ini yang akan menghancurkan seluruh ummat ini.

nah Tugas berat kita yang benar2 sedang bergelut dalam dunia kimia untuk menemukan kondisi titik tengah equilibrium variabel tersebut. Mari Kita Riset bersama sama saya pun juga sedang Belajar Meriset Nya !

Mari Bergerak ! Cegah Kerusakan alam karena Tangan Kita !

Oleh: Noviyanto ST.

Ilmuwan Kimia

ANTOINE LAURENT LAVOISIER 1743-1794

Ilmuwan Perancis hebat Antoine Laurent Lavoisier merupakan tokoh terkemuka di bidang perkembangan ilmu kimia. Pada saat kelahirannya di Paris tahun 1743, ilmu pengetahuan kimia ketinggalan jauh ketimbang fisika, matematika dan astronomi. Sejumlah besar penemuan yang berdiri sendiri-sendiri sudah banyak diketemukan oleh para ahli ilmu kimia, tetapi tak satu pun kerangka teori yang dapat jadi pegangan yang dapat merangkum informasi yang terpisah-pisah. Pada saat itu tersebar semacam kepercayaan yang tak meyakinkan bahwa air dan udara merupakan substansi yang elementer. Lebih buruk lagi, adanya kesalahfahaman mengenai hakekat daripada api. Kepercayaan yang berkembang saat itu adalah bahwa semua proses pembakaran benda mengandung substansi duga-dugaan yang disebut “phlogiston,” dan bahwa selama proses pembakaran, substansi barang yang terbakar melepaskan phlogiston-nya ke udara.

Dalam jangka waktu antara tahun 1754 – 1774, ahli-ahli kimia berbakat seperti Joseph Black, Joseph Priestley, Henry Cavendish dan lain-lainnya telah mengisolir arti penting gas seperti oxygen, hydrogen, nitrogen dan carbon dioxide. Tetapi, sejak orang-orang ini menerima teori phlogiston, mereka tidak mau memahami hakikat atau arti penting substansi kimiawi yang telah mereka ketemukan. Oxygen, misalnya, dipandang sebagai udara yang semua phlogiston-nya telah dialihkan. (Sebagaimana diketahui bahwa serpihan kayu lebih sempurna terbakar dalam oxygen ketimbang dalam udara; mungkin ini akibat udara lebih mudah menghisap phlogiston dari kayu yang terbaru). Jelas, kemajuan nyata di bidang kimia tidak bisa terjadi sebelum dasar-dasar utamanya dapat difahami.

Adapun Lavoisier yang berhasil dan menangani bagian-bagian yang menjadi teka-teki menjadi satu kesatuan yang dapat dibenarkan dan menemukan arah yang tepat dalam teori ilmu kimia. Pada tahap pertama, kata Lavoisier, teori phlogiston sepenuhnya meleset: tidak ada benda yang namanya phlogiston. Proses pembakaran terdiri dari kombinasi kimiawi tentang terbakarnya barang dengan oxygen. Kedua, air bukanlah barang elementer samasekali melainkan satu campuran antara oxygen dan hydrogen. Udara bukanlah juga substansi elementer melainkan terdiri terutama dari campuran dua jenis gas, oxygen dan nitrogen. Semua pernyataan ini kini tampak gamblang sekarang, tetapi belum bisa ditangkap baik oleh pendahulu-pendahulu Lavoisier maupun rekan sejamannya. Bahkan sesudah Lavoisier merumuskan teorinya dan mengajukan kepada kalangan ilmuwan, toh masih banyak juga pemuka-pemuka ahli kimia yang menolak gagasan teori ini. Tetapi, buku Lavoisier yang brilian Pokok-pokok Dasar Kimia (1789), begitu terang dan jernihnya mengedepankan hipotesa ini dan begitu meyakinkan serta mengungguli pendapat-pendapat lain, barulah ahli-ahli kimia angkatan lebih muda dengan cepat mempercayainya.

Seraya membuktikan bahwa air dan udara bukanlah unsur kimiawi, Lavoisier mencantumkan pula dalam bukunya daftar substansi benda-benda itu yang dianggapnya punya arti mendasar dan bersifat elementer meski daftarnya mengandung beberapa kekeliruan, daftar unsur kimiawi modern sekarang ini pada hakekatnya merupakan perluasan dari apa yang sudah disusun Lavoiser itu.

Lavoiser sudah menyusun skema pertama yang tersusun rapi tentang sistem kimiawi (bekerja sama dengan Berthollet, Fourcroi dan Guyton de Morveau). Dalam sistem Lavoisier (yang jadi dasar pegangan hingga sekarang) komposisi kimia dilukiskan dengan namanya. Untuk pertama kalinya penerimaan suatu sistem kimia yang seragam dijabarkan sehingga memungkinkan para ahli kimia di seluruh dunia dapat saling berhubungan satu sama lain dalam hal penemuan-penemuan mereka.

Lavoisier merupakan orang pertama yang dengan gamblang mengemukakan prinsip-prinsip penyimpanan jumlah reaksi benda kimia tanpa bentuk tertentu: yakni reaksi dapat mengatur kembali elemen yang benar dalam substansi semula tetapi tak ada hal yang terhancurkan dan pada akhir hasil berada dalam berat yang sama seperti komponen asal. Keyakinan Lovoisier tentang pentingnya kecermatan menimbang bahan kimiawi melibatkan reaksi yang mengubah ilmu kimia menjadi ilmu eksakta dan sekaligus menyiapkan jalan bagi banyak kemajuan-kemajuan di bidang kimia pada masa-masa sesudahnya.

Lavoisier juga memberi sumbangan dalam bidang penyelidikan geologi, dan menyumbangkan pula dalam bobot yang meyakinkan di bidang fisiologi. Dengan percobaan yang teramat hati-hati (bekerja sama dengan Laplace), dia mampu menunjukkan bahwa proses fisiologi mengenai keringatan atau bersimbah peluh adalah pada dasarnya sama dengan proses pembakaran lambat. Dengan kata lain, manusia dan bangsa binatang menimba energi mereka dari proses pembakaran organik yang perlahan dari dalam, dengan penggunaan oxygen dalam udara yang dihimpunnya. Penemuan ini saja –yang mungkin arti pentingnya setara dengan penemuan Harvey tentang peredaran darah– sudah cukup mendudukkan Lavoisier dalan daftar urutan buku ini. Tambahan pula, Lavoisier punya makna amat penting berkat formulasinya tentang teori kimia sebagai titik tolak tak tergoyahkan bagi sektor pengetahuan kimia pada jalur yang tepat. Dia umumnya dianggap sebagai “Pendiri ilmu kimia modern”, dan memang dia patut mendapat julukan itu.
“Daftar Periodik Unsur” modern yang dasarnya merupakan perluasan dari daftar Lavoisier

Seperti halnya beberapa tokoh yang tercantum dalam daftar urutan buku ini, Lavoisier justru belajar hukum di saat remajanya. Meski dia dapat gelar sarjana hukum dan diangkat dalam lingkungan ahli hukum namun tak sekali pun dia pernah mempraktekkan ilmunya, walau memang ada dia berkecimpung dalam dunia perkantoran administrasi Perancis dan pelayanan urusan masyarakat. Tetapi yang terutama dia giat di dalam Akademi Pengetahuan Kerajaan Perancis. Dia juga anggota Ferme Generale, suatu organisasi yang berkecimpung dalam dunia urusan pajak. Akibatnya, sesudah Revolusi Perancis 1789, pemerintahan revolusioner teramat mencurigainya.

Akhirnya dia ditangkap, berbarengan dengan dua puluh tujuh anggota Ferme Generale. Pengadilan revolusi mungkin tidak terlampau teliti, tetapi proses pemeriksaan berjalan cepat. Pada suatu hari tanggal 8 Mei 1794 kedua puluh tujuh orang itu diadili, dinyatakan bersalah dan dipenggal kepalanya dengan guillotine. Lavoisier dapat hidup terus dengan istrinya yang cerdas yang senantiasa membantunya dalam kerja penyelidikan.

Pada saat pengadilan, ada permintaan agar kasus Lavoisier dipisahkan, seraya mengedepankan sejumlah pengabdian yang sudah dilakukannya untuk masyarakat dan ilmu pengetahuan. Hakim menolak permintaan dengan komentar ringkas “Republik tak butuh orang-orang genius.” Ahli matematika besar Langrange dengan ketus dan tepat membela temannya: “Memang diperlukan waktu sekejap untuk memenggal sebuah kepala, tetapi tak cukup waktu seratus tahun untuk menempatkan kepala macam itu pada posisinya semula.”

Masih adakah Lavoiser2 baru yang akan muncul di abad ini

Sumber :

http://www.chemheritage.org/EducationalServices/chemach/fore/all.html

Mari Belajar Kimia !

Belajar Kimia Sangatlah mudah ! dengan ilmu kimia kita akan banyak menyelesaikan masalah disekitar kita ! Sejak SMA kita sudah dikenalkan ilmu kimia, sampai dengan perguruan tinggi S1, S2 bahkan S3.

Bagi anda yang selama ini kesulitan belajar ilmu kimia, blog ini mengajak anda untuk bersama-sama belajar ilmu kimia mulai dari Ilmu Kimia Dasar sampai Aplikasi riset dan industri yang ada di masyarakat, dengan mudah dan menarik !

Tentunya penjelasan yang diajarkan di sekolah kita dahulu, mungkin terlalu membosankan , terlalu ruwet bahkan terlalu jlimet. Apalagi kalo di SMA pasti selalu dikejar-kejar target nilai melulu…..sehingga kebanyakan siswa kurang paham tentang pembahasan yang diberikan gurunya.

Tapi kenikmatan belajar kimia adalah ketika berada di Laboratorium dan kita melaksanakan penelitian dengan sungguh-sungguh , sebagai aplikasi ilmu kimia itu !

Nah disinilai inti ilmu kimia…..terutama bagi anda yang sudah pernah kuliah di S1-S2 bahkan S3

Dengan blog ini, setiap netter bisa saling berdiskusi lewat milis blog dan berdiskusi melalui Yahoo Mesengger blog. Sehingga bisa saring ilmu pengetahuan dan bebagi cerita tentang ilmu kimia !

Free Web Hosting with Website Builder

Baca lebih lanjut